Teruslah belajar wahai para guru!

Siapa pun yang berhenti belajar berarti sudah tua, entah usia dua puluh atau delapan puluh. Siapa pun yang terus belajar akan tetap muda. Hal paling menyenangkan dalam hidup adalah membuat pikiranmu tetap muda.

School Sweet School

Tidak ada profesi yang lebih mulia dibanding guru. Guru yang hebat adalah artis, tepi medianya bukanlah kanvas, melainkan jiwa manusia.

Great Teacher

Guru biasa memberitahukan. Guru baik menjelaskan. Guru ulung memeragakan. Guru hebat mengilhami.

Untukmu anak anakku.

Aku seorang guru. Guru adalah seorang yang memimpin. Tidak ada keajaiban di dalam pekerjaanku. Aku tidak berjalan di atas air, aku tidak membelah lautan. Aku hanya mencintai anak-anak.

Kesuksesanmu adalah kebanggaanku

Kita tidak selalu bisa membangun masa depan generasi muda kita, tapi kita bisa membangun generasi muda kita untuk masa depan

Showing posts with label kurikulum 2013. Show all posts
Showing posts with label kurikulum 2013. Show all posts

Diklat Guru Sasaran Kurikulum 2013

Menyongsong akan diberlakukannya Kurikulum 2013 bagi sekolah jenjang pendidikan dasar dan menengah mulai tahun pelajaran ini (2014/2015) P4TK secara marathon melaksanakan pelatihan implementasi Kurikulum 2013 di daerah kabupaten/kota. Di Popinsi Riau pelatihan/diklat dilaksanakan di berbagai SMPN yang ada di 13 Kabupaten/Kota. Pelatihan dibagi menjadi tiga tahap mulai dari tanggal 15 s/d 29 Juni 2014.
Mengingat banyaknya materi yang disajikan, pelatihan tersebut setiap harinya dimulai pukul 07.30 – 17.30 WIB. Meski  pelatihan dilaksanakan seharian penuh selama lima hari berturut-turut, animo para guru peserta tetap tidak surut hingga hari terakhir. Bahkan ketika rangkaian kegiatan pelatihan telah dinyatakan usai, masih saja banyak guru yang bertahan di tempat pelatihan untuk berbagi file hasil pelatihan.
Teman-teman Instruktur Nasional juga mulai bekerja mengemban tugas menyampaikan perihal kurikulum 2013 ini kepada guru-guru sasaran.
Bagi anda, khususnya rekan-rekan guru Bahasa Inggris seluruh Indonesia yang kebetulan belum berkesempatan mengikuti pelatihan tersebut, sebaiknya segera hunting informasi sendiri (jangan pasif hanya menunggu jatah memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan). Maka dalam rangka membantu anda, berikut ini saya share beberapa file penting (Meteri Pelatihan guru Bahasa Inggris dan Permendikbud ketika mengikuti  pelatihan, juga modul pelatihannya) yang saya rasa akan sangat bermanfaat sebagai pengetahuan awal berkenaan dengan Implementasi Kurikulum 2013. 
Demikian juga kepada para Instruktur Nasional Propinsi Riau, Silahkan donwload jadwal kegiatan dan daftar Instruktur Nasional tahap 1, 2 dan 3 berikut dan tempat tugasnya.


Daftar Instruktur Nasional K 13 Bahasa Inggris Prop. Riau

Salam sukses buat teman teman IN..

Gimana dah siap perform?

Nah supaya lebih mantap Berikut  ini saya posting tentang Daftar IN K 13 Tahap I Mapel Bahasa Inggris di Propinsi Riau. Silahkan di unduh ya..

3. Surat LPMP 

Ok, Semoga Bermanfaat..

Pelatihan Instruktur Nasional Mapel Bahasa Inggris Kurikulum 2013 Propinsi Riau

Pelatihan instruktur kurikulum 2013 Propinsi Riau dilaksanakan selama 7 hari atau equivalen dengan 72 jam. Pelaksanaan pelatihan tersebut diadakan di Gedung LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) Propinsi Riau yaitu di Jalan Gajah Pekanbaru. Tujuan dari pelatihan ini adalah mempersiapkan instruktur instruktur yang akan melatih guru sasaran yang ada didaerah masing masing. Ada 10 mapel yang dipersiapkan sesuai dengan struktur kurikulum pada kurikulum baru tersebut.

Untuk mapel bahasa Inggris, peserta yang hadir adalah sekitar 29 orang perwakilan dari kabupaten/kota yang ada di propinsi Riau.

Desain dan Pelaksanaan Pembelajaran pada Kurikulum 2013

1. Desain Pembelajaran
Perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengacu pada Standar Isi.Perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran dan penyiapan media dan sumber belajar, perangkat penilaian pembelajaran, dan skenario pembelajaran.PenyusunanSilabus dan RPP disesuaikan pendekatan pembelajaran yang digunakan.
1.1 Silabus
Kurikulum 2013 ini silabus telah disediakan oleh Kemendikbud/Puskur,sehingga guru tidak perlu lagi membuat silabus seperti  KTSP. Silabus dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan danStandar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah sesuaidengan pola pembelajaran pada setiap tahun ajaran tertentu.Silabusdigunakan sebagai acuan dalam pengembangan rencana pelaksanaanpembelajaran.
1.2. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran )
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). Setiap pendidik pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secarainteraktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai denganbakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis pesertadidik.
RPP disusun berdasarkanKD atau subtema yang dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Komponen RPP terdiri atas:
  1. identitas sekolahyaitunamasatuanpendidikan
  2. identitas mata pelajaran atau tema/subtema;
  3. kelas/semester;
  4. materi pokok;
  5. alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang  harus dicapai;
  6. tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
  7. kompetensi dasar dan indicator pencapaian kompetensi;
  8. materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi;
  9. metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik  mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai;
  10. media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran;
  11. sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar   lain yang relevan;
  12. langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup; dan
  13. penilaian hasil pembelajaran.
 
2. Pelaksanaan Pembelajaran
Pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP, meliputi kegiatan pendahuluan, inti dan penutup.
1. Kegiatan Pendahuluan
    Dalam kegiatan pendahuluan, guru:
  • menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti  proses pembelajaran;
  • memberi motivasi belajar siswa secara kontekstual sesuai manfaat  dan aplikasi materi ajar   dalam kehidupan sehari-hari, dengan memberikan contoh dan perbandingan lokal, nasional dan     internasional;
  • mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan   sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
  • menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai; dan
  • menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai  silabus.
 
2. Kegiatan Inti
Kegiatan inti menggunakan model pembelajaran, metode pembelajaran,media pembelajaran, dan sumber belajar yang disesuaikan dengankarakteristik peserta didik dan mata pelajaran. Pemilihan pendekatan tematik dan/atau tematik terpadu dan/atau saintifik dan/atauinkuiridan penyingkapan (discovery) dan/ataupembelajaran yangmenghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based learning)disesuaikan dengan karakteristik kompetensi dan jenjangpendidikan.
a.  Sikap
Sesuai dengan karakteristik sikap, maka salah satu alternatif yang  dipilih adalah proses afeksi mulai dari menerima,menjalankan,menghargai,menghayati,hingga mengamalkan. Seluruhaktivitas pembelajaran berorientasi pada tahapan kompetensi yang mendorong siswa untuk melakuan aktivitas tersebut.
b.  Pengetahuan
Pengetahuan dimiliki melalui aktivitas mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, hingga  mencipta.Karakteritik aktivititas belajar dalam domain pengetahuan  ini memiliki perbedaan dan kesamaan dengan aktivitas belajar  dalam domain keterampilan. Untuk memperkuat pendekatan  saintifik, tematik terpadu, dan tematik sangat disarankan untuk   menerapkan belajar berbasis penyingkapan/penelitian  (discovery/inquiry learning). Untuk mendorong peserta didik menghasilkan karya kreatif dan kontekstual, baik individual     maupun kelompok, disarankan menggunakan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahanmasalah (project based learning).
c.  Keterampilan
Keterampilandiperolehmelaluikegiatan mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta. Seluruh isi materi (topikdan subtopik) mata pelajaran yang diturunkan dari keterampilan harus mendorong siswa untuk melakukan proses pengamatan  hingga penciptaan. Untuk mewujudkan keterampilan tersebut perlu melakukan pembelajaran yang menerapkan modus belajar berbasis  penyingkapan/penelitian (discovery/inquirylearning)dan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based learning).
 
3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru bersama siswa baik secara individual  maupun kelompok melakukan refleksi untuk mengevaluasi:
  • seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil yang diperoleh untuk selanjutnya secara bersama menemukan manfaat  langsung maupun tidak langsung dari hasil pembelajaran yang telah  berlangsung;
  • memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
  • melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas, baik tugas individual maupun kelompok; dan
  • menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.

Standar Proses pada Kurikulum 2013

Proses Pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagiprakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Untuk itu setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran serta penilaian proses pembelajaran untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan.
Proses pembelajaran sepenuhnya diarahkan pada pengembangan ketiga ranah(sikap,pengetahuan dan ketrampilan) secara utuh/holistik, artinya pengembangan ranah yang satu tidak bisa dipisahkan dengan ranah lainnya, Dengan demikian proses pembelajaran secara utuh melahirkan kualitas pribadi yang mencerminkan keutuhan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan
Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi maka prinsip pembelajaran yang digunakan:
  1. dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu;
  2. dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka        sumber belajar;
  3. dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan ilmiah;
  4. dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis kompetensi;
  5. dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu;
  6. dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi;
  7. dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif;
  8. peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan keterampilan mental (softskills);
  9. pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjanghayat;
  10. pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan(ing ngarso sung   tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani);
  11. pembelajaran yang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat;
  12. pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa,  dan di mana saja adalah kelas.
  13. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan  efisiensi dan efektivitas pembelajaran.
  14. Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang, budaya peserta didik.
Terkait dengan prinsip di atas, dikembangkan standar proses yang mencakup perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran.
Ketiga ranah kompetensi tersebut memiliki lintasan perolehan (proses psikologis) yang berbeda Sikap diperoleh melalui aktivitas“ menerima,menjalankan, menghargai, menghayati, dan mengamalkan”. Pengetahuan diperoleh melalui aktivitas“ mengingat, memahami, menerapkan,
menganalisis, mengevaluasi, mencipta. Keterampilan diperoleh melaluiaktivitas“ mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta”.Karaktersitik kompetensi beserta perbedaan lintasan perolehan turut serta mempengaruhi karakteristik standar proses. Untuk memperkuat pendekatan ilmiah (scientific), tematik terpadu (tematik antarmata pelajaran),
dan tematik (dalam suatu mata pelajaran) perlu diterapkan pembelajaran berbasis penyingkapan/penelitian (discovery/inquiry learning). Untuk mendorong kemampuan peserta didik untuk menghasilkan karya kontekstual,baik individual maupun kelompok maka sangat disarankan menggunakan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based learning).
Rincian gradasi sikap, pengetahuan, dan keterampilan berdasarkan Permendikbud no 65 tahun 2013  sebagai berikut :

No
Sikap
Pengetahuan
Keterampilan
1 Menerima Mengingat Mengamati
2 Menjalankan Memahami Menanya
3 Menghargai Menerapkan Mencoba
4 Menghayati Menganalisis Menalar
5 Mengamalkan Mengevaluasi Menyaji
6  -  - Mencipta



                                          
                                               
                                                  
,                                                 
                                            
                                                                                           

Standad Kompetensi Lulusan pada Kurikulum 2013

Disini diperlukan apa yang harus dicapai oleh peserta didik yang tertuang dalam SKL (Standar Kompetensi Lulusan) Dari kurikulum  2013 SKL tidak dirumuskan dari ilmu pengetahuan tetapi berangkat dari kebutuhan masyarakat
Standar Kompetensi Lulusan terdiri atas kriteria kualifikasi kemampuan peserta didik yang diharapkan dapat dicapai setelah menyelesaikan masa belajarnya di satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. serta digunakan sebagai acuan utama pengembangan standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan.
Berdasarkan Permendikbud no 54 Tahun 2013 bahwa:
KOMPETENSI LULUSAN SMP/MTs/SMPLB/Paket B
Lulusan SMP/MTs/SMPLB/Paket B memiliki sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai berikut.

Dimensi Kualifikasi Kemampuan
Sikap Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian yang tampak mata.
Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang dipelajari disekolah dan sumber lain sejenis.

Rasional Pengembangan Kurikulum 2013

kurikulum-2013Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan faktor-faktor sebagai berikut:
a. Tantangan Internal
Tantangan internal antara lain terkait dengan kondisi pendidikan dikaitkan dengan tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan yang meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.
Tantangan internal lainnya terkait dengan perkembangan penduduk Indonesia dilihat dari pertumbuhan penduduk usia produktif. Saat ini jumlah penduduk Indonesia usia produktif (15-64 tahun) lebih banyak dari usia tidak produktif (anak-anak berusia 0-14 tahun dan orang tua berusia 65 tahun ke atas). Jumlah penduduk usia produktif ini akan mencapai puncaknya pada tahun 2020-2035 pada saat angkanya mencapai 70%. Oleh sebab itu tantangan besar yang dihadapi adalah bagaimana mengupayakan agar sumberdaya manusia usia produktif yang melimpah ini dapat ditransformasikan menjadi sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi dan keterampilan melalui pendidikan agar tidak menjadi beban,
b. Tantangan Eksternal
Tantangan eksternal antara lain terkait dengan arus globalisasi dan berbagai isu yang terkait dengan masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi dan informasi, kebangkitan industri kreatif dan budaya, dan perkembangan pendidikan di tingkat internasional. Arus globalisasi akan menggeser pola hidup masyarakat dari agraris dan perniagaan tradisional menjadi masyarakat industri dan perdagangan modern seperti dapat terlihat di World Trade Organization (WTO), Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) Community, Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), dan ASEAN Free Trade Area (AFTA). Tantangan eksternal juga terkait dengan pergeseran kekuatan ekonomi dunia, pengaruh dan imbas teknosains serta mutu, investasi, dan transformasi bidang pendidikan. Keikutsertaan Indonesia di dalam studi International Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) dan Program for International Student Assessment (PISA) sejak tahun 1999 juga menunjukkan bahwa capaian anak-anak Indonesia tidak menggembirakan dalam beberapa kali laporan yang dikeluarkan TIMSS dan PISA. Hal ini disebabkan antara lain banyaknya materi uji yang ditanyakan di TIMSS dan PISA tidak terdapat dalam kurikulum Indonesia.
Berangkat dari sanalah  kita memerlukan Kurikulum 2013.Yang kita perlukan tidak hanya pengetahuan saja, tetapi SIKAP ,ketrampilan dan pengetahuan. Yang mana sebenarnya ketiga domain ini sudah ada pada kurikulum sebelumnya ,tetapi ternyata belum membawa dampak yang cukup signifikan, karena apa yang ada belum diimplementasikan secara utuh.