Teruslah belajar wahai para guru!

Siapa pun yang berhenti belajar berarti sudah tua, entah usia dua puluh atau delapan puluh. Siapa pun yang terus belajar akan tetap muda. Hal paling menyenangkan dalam hidup adalah membuat pikiranmu tetap muda.

School Sweet School

Tidak ada profesi yang lebih mulia dibanding guru. Guru yang hebat adalah artis, tepi medianya bukanlah kanvas, melainkan jiwa manusia.

Great Teacher

Guru biasa memberitahukan. Guru baik menjelaskan. Guru ulung memeragakan. Guru hebat mengilhami.

Untukmu anak anakku.

Aku seorang guru. Guru adalah seorang yang memimpin. Tidak ada keajaiban di dalam pekerjaanku. Aku tidak berjalan di atas air, aku tidak membelah lautan. Aku hanya mencintai anak-anak.

Kesuksesanmu adalah kebanggaanku

Kita tidak selalu bisa membangun masa depan generasi muda kita, tapi kita bisa membangun generasi muda kita untuk masa depan

Cara membuat Bootable Flashdisk Tanpa Software (Win7/8)

TUTORIAL LENGKAP
MEMBUAT BOOTABLE FLASHDISK TANPA SOFTWARE + PIC
UNTUK WINDOWS 7 / 8 / 8.1
Bootable via Flashdisk termasuk bootable yang menurut saya cukup aman dan disarankan untuk menginstallasi Windows. kenapa demikian? menurut saya, Bootable via flashdisk itu mengurangi adanya file corrupt dari Installer windows itu sendiri seperti yang saya pernah alami. Saya pernah menginstall Windows menggunakan DVD. Pada saat itu DVD yang saya gunakan kondisinya sudah kurang baik, sudah banyak goresan-goresan kecil di DVD Installer tersebut. tetapi saya pun tetap memaksa untuk menginstallnya tapi akhirnya Bluescreen
Ada 2 Hal yang saya perhatikan jika saya mau menginstall menggunakan DVD Installer yaitu Melihat kondisi DVD Drive apakah masih baik dan masih lancar dalam membaca suatu piringan DVD atau CD? Dan yang kedua yaitu DVD Installernya apakah masih dalam kondisi yang baik?
Dari apa yang saya sudah tulis diatas, kenapa kita memilih bootable via flashdisk ? karena lebih mudah, dan mengurangi adanya file penting yang ada pada windows yang corrupt. tetapi dengan cara ini, anda harus milihat kondisi flashdisknya terlebih dahulu juga yah.
Kita langsung ke pokok pembahasan. 
Cara membuat bootable flashdisk tanpa software.
Cara ini adalah cara yang cukup mudah bagi saya. karena kita tidak perlu mendownload software dan kita hanya membutuhkan command prompt yang telah disediakan oleh windows.
Apa saja yang disediakan jika kita ingin membuat bootable windows di flashdisk?

  1. Installer Windows 7/8/8.1 yang telah anda download terlebih dahulu. (anda juga bisa mengambil installer dari DVD)
  2. Flashdisk yang kinerjanya masih Normal dan masih baik.
  3. Ketelitian
Langkah-langkah membuat bootable windows tanpa software.
Disini saya akan memberikan tutorial + screenshot. dan pada contoh ini, saya akan membuat bootable windows 8.1.

1. Masukan atau colokan Flashdisk yang akan dijadikan bootable windows. saya sarankan flashdisk kosong terlebih dahulu.
2. Bukalah CMD dengan cara CTRL+R dan ketikan cmd lalu tekan Enter.
3. Setelah anda membuka CMD, ketikan DISKPART Lalu tekan enter dan akan muncul kotak dialog DISKPART seperti ini.
4. ketikan LIST DISK lalu tekan enter
dalam LIST DISK anda akan melihat beberapa disk. disk itu menentukan harddisk dan media yang anda gunakan seperti flashdisk. dalam contoh diatas, flashdisk yang saya gunakan yaitu Disk 2.jika sudah memahami letak dimana flashdisk itu berada, lanjut ke langkah berikutnya.
5. Ketikan SELECT DISK 2 (kenapa Disk 2? karena dalam contoh yang saya gunakan, flashdisk saya terdapat dalam disk 2). jika flashdisk anda di disk 2, 3, dst, silahkan ganti pada SELECT DISK 2 menjadi SELECT DISK 3, 4 dst. lihat lah gambar dibawah ini.
6. Setelah itu, Ketikan CLEAN > enter


7. Ketikan CREATE PARTITION PRIMARY > enter

8. ketikan SELECT PARTITION 1 > enter
9. Ketikan ACTIVE > enter
10. Ketikan FORMAT FS=NTFS > enter
Tunggu hingga proses format selesai 100%
11. Ketikan ASSIGN > enter dan muncul tampilan seperti ini.
12. setelah tahap diatas selesai, ketikan EXIT untuk keluar dari diskpart.
13. Siapkan lah Installer Windows 7/8/8.1 yang akan kalian buat bootable nya. anda bisa mount installer berformat ISO yang telah anda download menggunakan software power ISO, Daemon, dan sebagainya atau anda bisa dari DVD installer yang sudah anda siapkan lalu copykan semua file dan folder yang terdapat pada file ISO atau DVD Installer tersebut (INGAT!! Jangan sampai ada yang tidak dicopy).
14. Setelah semua tahap selesai, Silahkan kalian Eject Flashdisk yang kalian gunakan sebagai sebagai bootable windows 7/8/8.1 Lalu colokan kembali. lihat, apakah icon Drive pada Flashdisk yang kalian gunakan sudah berubah menjadi Icon installer windows seperti ini?
Jika icon drive flashdisk sudah berubah, berarti anda berhasil membuat bootable via flashdisk. Untuk menginstall Windows via flashdisk, kalian hanya mengubah primary boot device pada BIOS Anda.
Terimakasih, semoga artikel ini membantu dan bermanfaat bagi anda semua.
 
Dicopy dari Muhammad Yusuf di :
http://ysvcybers.blogspot.com/2013/11/cara-membuat-bootable-flashdisk-tanpa.html.

Download Pengumuman Hasil Seleksi PPDB Akademik SMANPLUSRIAU

Nah ini dia yang ditunggu tunggu peserta seleksi SMANPLUSRIAU. Pengumuman hasil seleksi akademik akhirnya dikeluarkan. Alhamdulillah, siswa-siswa di Rohil mampu juga bersaing dengan siswa-siswa yang ada di daerah lain. Ada banyak juga yang lulus seleksi akademik. Terutama dari SMP Negeri 1 Bagan Sinembah, ada 6 orang yang lulus. Siapa saja ya? Untuk melihat pengumuman lebih lengkap, silahkan download disini

Selamat bagi yang lulus. Tapi ingat perjuangan kalian belum selesai. Untuk selanjutnya persiapkan diri untuk Tes Wawancara dan Psikotes. Banggakan orang tua dan sekolahmu. Good Luck!

Desain dan Pelaksanaan Pembelajaran pada Kurikulum 2013

1. Desain Pembelajaran
Perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengacu pada Standar Isi.Perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran dan penyiapan media dan sumber belajar, perangkat penilaian pembelajaran, dan skenario pembelajaran.PenyusunanSilabus dan RPP disesuaikan pendekatan pembelajaran yang digunakan.
1.1 Silabus
Kurikulum 2013 ini silabus telah disediakan oleh Kemendikbud/Puskur,sehingga guru tidak perlu lagi membuat silabus seperti  KTSP. Silabus dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan danStandar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah sesuaidengan pola pembelajaran pada setiap tahun ajaran tertentu.Silabusdigunakan sebagai acuan dalam pengembangan rencana pelaksanaanpembelajaran.
1.2. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran )
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). Setiap pendidik pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secarainteraktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai denganbakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis pesertadidik.
RPP disusun berdasarkanKD atau subtema yang dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Komponen RPP terdiri atas:
  1. identitas sekolahyaitunamasatuanpendidikan
  2. identitas mata pelajaran atau tema/subtema;
  3. kelas/semester;
  4. materi pokok;
  5. alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang  harus dicapai;
  6. tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
  7. kompetensi dasar dan indicator pencapaian kompetensi;
  8. materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi;
  9. metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik  mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai;
  10. media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran;
  11. sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar   lain yang relevan;
  12. langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup; dan
  13. penilaian hasil pembelajaran.
 
2. Pelaksanaan Pembelajaran
Pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP, meliputi kegiatan pendahuluan, inti dan penutup.
1. Kegiatan Pendahuluan
    Dalam kegiatan pendahuluan, guru:
  • menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti  proses pembelajaran;
  • memberi motivasi belajar siswa secara kontekstual sesuai manfaat  dan aplikasi materi ajar   dalam kehidupan sehari-hari, dengan memberikan contoh dan perbandingan lokal, nasional dan     internasional;
  • mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan   sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
  • menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai; dan
  • menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai  silabus.
 
2. Kegiatan Inti
Kegiatan inti menggunakan model pembelajaran, metode pembelajaran,media pembelajaran, dan sumber belajar yang disesuaikan dengankarakteristik peserta didik dan mata pelajaran. Pemilihan pendekatan tematik dan/atau tematik terpadu dan/atau saintifik dan/atauinkuiridan penyingkapan (discovery) dan/ataupembelajaran yangmenghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based learning)disesuaikan dengan karakteristik kompetensi dan jenjangpendidikan.
a.  Sikap
Sesuai dengan karakteristik sikap, maka salah satu alternatif yang  dipilih adalah proses afeksi mulai dari menerima,menjalankan,menghargai,menghayati,hingga mengamalkan. Seluruhaktivitas pembelajaran berorientasi pada tahapan kompetensi yang mendorong siswa untuk melakuan aktivitas tersebut.
b.  Pengetahuan
Pengetahuan dimiliki melalui aktivitas mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, hingga  mencipta.Karakteritik aktivititas belajar dalam domain pengetahuan  ini memiliki perbedaan dan kesamaan dengan aktivitas belajar  dalam domain keterampilan. Untuk memperkuat pendekatan  saintifik, tematik terpadu, dan tematik sangat disarankan untuk   menerapkan belajar berbasis penyingkapan/penelitian  (discovery/inquiry learning). Untuk mendorong peserta didik menghasilkan karya kreatif dan kontekstual, baik individual     maupun kelompok, disarankan menggunakan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahanmasalah (project based learning).
c.  Keterampilan
Keterampilandiperolehmelaluikegiatan mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta. Seluruh isi materi (topikdan subtopik) mata pelajaran yang diturunkan dari keterampilan harus mendorong siswa untuk melakukan proses pengamatan  hingga penciptaan. Untuk mewujudkan keterampilan tersebut perlu melakukan pembelajaran yang menerapkan modus belajar berbasis  penyingkapan/penelitian (discovery/inquirylearning)dan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based learning).
 
3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru bersama siswa baik secara individual  maupun kelompok melakukan refleksi untuk mengevaluasi:
  • seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil yang diperoleh untuk selanjutnya secara bersama menemukan manfaat  langsung maupun tidak langsung dari hasil pembelajaran yang telah  berlangsung;
  • memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
  • melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas, baik tugas individual maupun kelompok; dan
  • menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.

Standar Proses pada Kurikulum 2013

Proses Pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagiprakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Untuk itu setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran serta penilaian proses pembelajaran untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan.
Proses pembelajaran sepenuhnya diarahkan pada pengembangan ketiga ranah(sikap,pengetahuan dan ketrampilan) secara utuh/holistik, artinya pengembangan ranah yang satu tidak bisa dipisahkan dengan ranah lainnya, Dengan demikian proses pembelajaran secara utuh melahirkan kualitas pribadi yang mencerminkan keutuhan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan
Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi maka prinsip pembelajaran yang digunakan:
  1. dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu;
  2. dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka        sumber belajar;
  3. dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan ilmiah;
  4. dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis kompetensi;
  5. dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu;
  6. dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi;
  7. dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif;
  8. peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan keterampilan mental (softskills);
  9. pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjanghayat;
  10. pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan(ing ngarso sung   tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani);
  11. pembelajaran yang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat;
  12. pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa,  dan di mana saja adalah kelas.
  13. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan  efisiensi dan efektivitas pembelajaran.
  14. Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang, budaya peserta didik.
Terkait dengan prinsip di atas, dikembangkan standar proses yang mencakup perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran.
Ketiga ranah kompetensi tersebut memiliki lintasan perolehan (proses psikologis) yang berbeda Sikap diperoleh melalui aktivitas“ menerima,menjalankan, menghargai, menghayati, dan mengamalkan”. Pengetahuan diperoleh melalui aktivitas“ mengingat, memahami, menerapkan,
menganalisis, mengevaluasi, mencipta. Keterampilan diperoleh melaluiaktivitas“ mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta”.Karaktersitik kompetensi beserta perbedaan lintasan perolehan turut serta mempengaruhi karakteristik standar proses. Untuk memperkuat pendekatan ilmiah (scientific), tematik terpadu (tematik antarmata pelajaran),
dan tematik (dalam suatu mata pelajaran) perlu diterapkan pembelajaran berbasis penyingkapan/penelitian (discovery/inquiry learning). Untuk mendorong kemampuan peserta didik untuk menghasilkan karya kontekstual,baik individual maupun kelompok maka sangat disarankan menggunakan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based learning).
Rincian gradasi sikap, pengetahuan, dan keterampilan berdasarkan Permendikbud no 65 tahun 2013  sebagai berikut :

No
Sikap
Pengetahuan
Keterampilan
1 Menerima Mengingat Mengamati
2 Menjalankan Memahami Menanya
3 Menghargai Menerapkan Mencoba
4 Menghayati Menganalisis Menalar
5 Mengamalkan Mengevaluasi Menyaji
6  -  - Mencipta



                                          
                                               
                                                  
,                                                 
                                            
                                                                                           

Standad Kompetensi Lulusan pada Kurikulum 2013

Disini diperlukan apa yang harus dicapai oleh peserta didik yang tertuang dalam SKL (Standar Kompetensi Lulusan) Dari kurikulum  2013 SKL tidak dirumuskan dari ilmu pengetahuan tetapi berangkat dari kebutuhan masyarakat
Standar Kompetensi Lulusan terdiri atas kriteria kualifikasi kemampuan peserta didik yang diharapkan dapat dicapai setelah menyelesaikan masa belajarnya di satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. serta digunakan sebagai acuan utama pengembangan standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan.
Berdasarkan Permendikbud no 54 Tahun 2013 bahwa:
KOMPETENSI LULUSAN SMP/MTs/SMPLB/Paket B
Lulusan SMP/MTs/SMPLB/Paket B memiliki sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai berikut.

Dimensi Kualifikasi Kemampuan
Sikap Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian yang tampak mata.
Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang dipelajari disekolah dan sumber lain sejenis.

Jurus Hadapi Ujian Nasional



TIAP manusia berhak sukses. Tidak terkecuali adik-adik yang saat ini sedang berjibaku mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian nasional (UN), 2014. Ada beberapa kiat sukses yang bisa dipraktikkan untuk mengantarkan meraih impian. 

Pertama; masih ingatkah adik-adik sejarah Thariq bin Ziyad, penakluk Eropa yang sekarang kita kenal sebagai Spanyol (Andalusia). Sesampai di Eropa,tepatnya di Selat Gibraltal, Thariq bin Ziyad mendapati kenyataan pasukannya kalah jauh jumlah dan persenjatannya ketimbang musuh.
’’Bakar semua kapal kita,’’ kata dia, sambil menghunus pedang memerintah pasukannya. Tentu saja pasukannya bertanya, lantas kita pulangnya bagaimana? Padahal di belakang kita lautan luas, tidak mungkin kita berenang. Thariq cepat menjawab,’’ Kita datang ke sini bukan untuk kembali, kita hanya punya dua pilihan: menaklukkan negeri ini lalu tinggal di sini atau kita semua binasa.’’

Dengan semangat membaja dan penuh keyakinan pasukan Thariq menyerang musuh dan akhirnya menang.
Adik-adik yang akan menghadapi ujian, sekarang bakarlah ’’kapal-kapal’’ yang akan membawamu pada posisi kenyamanan tetapi tidak membuahkan kesuksesan. Posisikan hanya ada satu pilihan, dengan penuh keyakinan maju dan harus berhasil meraih cita-cita.

Kedua; mencoba dan mencoba. Lima ribu kali percobaan baru berhasil, demikian Thomas Alfa Edison mengomentari keberhasilan temuannya. Masih ada waktu buat mengikuti try out atau tes penjajakan persiapan UN. Ikuti tiap kali ada try out, niscaya kamu akan bisa mengerjakan soal ujian dengan benar.

Ketiga; bersungguh-sungguh dan berulang-ulang.
Apapun pekerjaan yang dilakukan tidak dengan kesungguhan hasilnya tidak memuaskan. Jadi, jika adik-adik berdoa tidak dengan kesungguhan maka Tuhan pun tidak sungguh-sungguh menanggapi doa kalina. Demikian pula jika adik-adik tidak bersungguh-sungguh belajar maka ilmu pun enggan bersemayam  pada diri adik-adik. Hasil yang kita peroleh sesuai dengan dengan apa yang adik lakukan, tidak kurang.

Berpikir Positif
Belajar sungguh-sungguh dan berulang-ulang akan menambah informasi baru, penguatan informasi lama, dan membuat sel otak segera berkembang dan membentuk hubungan baru. Hubungan antarsel saraf terjadi melalui berbanyakan sambungan dendrite. Makin banyak jalinan sel saraf terbentuk, makin lama dan kuat informasi itu disimpan.

Keempat; belajarlah lebih dari teman lain. Kalau teman-teman belajar di rumah sehari 3 jam, kamu harus lebih dari itu. Ada contoh sederhana; di kota-kota besar banyak pasar swalayan buka 24 jam. Dengan buka 24 jam maka hasil penjualannya lebih besar ketimbang yang buka hanya 12 jam.
Kelima; olahraga ringan. Untuk menjaga stamina tubuh, tetap berolahraga walaupun hanya berjalan kaki pada pagi hari. Dengan berolah raga, zat meilin yang berguna bagi kecerdasan otak tetap terproduksi dengan baik sehingga kecerdasan terjaga.
Keenam; sebelum belajar, kondisikan ruangan sirkulasi udaranya baik, bersih, dan rapi sehingga membuat kita nyaman.

Ketujuh; sebelum belajar kondisikan psikologis tidak tertekan. Untuk mengondisikan suasana hati agar nyaman (gelombang otak kita berada pada gelombang alfa) bisa dibantu dengan membaca Kitab Suci. Bisa juga mencoba teknik lain, misalnya meditasi atau mengenang kejadian yang paling menyenangkan dalam sejarah hidup, bisa juga memutar musik.
Kedelapan; berpikir positif. Adik-adik harus berpikir bahwa saya lulus UN dengan nilai maksimal dan diterima di SMA ataupun perguruan tinggi yang diidam-idamkan. Kesembilan; berdoa dengan kerendahan hati dan bersungguh sungguh, lakukan visualisasi berulang-ulang yang menjadi target adik-adik dan perbanyaklah bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.
 

sumber :  http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/04/02/182033/Jurus-Hadapi-UN-dan-SNMPTN

Pengumuman Seleksi PPDB Tahap II Akademis SMANPLUSRIAU Diundur

Informasi bagi siswa-siswi yang mengikuti ujian tertulis atau tes akademis Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMANPLUS Propinsi Riau, bahwa pengumuman kelulusan diundur sampai batas waktu yang belum ditentukan. Hal ini disebabkan karena saat ini masih proses verifikasi data. 
Demikian disampaikan Drs. H. Hasidin Pospos, M.Pd sebagai panitia PPDB SMANPLUS. Perkembangan informasi ini dapat dilihat langsung di website resmi sekolah tersebut. Berikut adalah linknya : http://www.smanplus-propriau.sch.id/.
Oleh sebab itu, bagi siswa-siswi pendaftar dianjurkan senantiasa banyak berdoa semoga bisa berhasil ke tahap berikutnya. Sambil menunggu informasi tersebut, yang terpenting adalah persiapan menuju UN yang tinggal beberapa hari lagi. Hadapi UN dengan gagah, jangan galau. Good Luck!

Rasional Pengembangan Kurikulum 2013

kurikulum-2013Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan faktor-faktor sebagai berikut:
a. Tantangan Internal
Tantangan internal antara lain terkait dengan kondisi pendidikan dikaitkan dengan tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan yang meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.
Tantangan internal lainnya terkait dengan perkembangan penduduk Indonesia dilihat dari pertumbuhan penduduk usia produktif. Saat ini jumlah penduduk Indonesia usia produktif (15-64 tahun) lebih banyak dari usia tidak produktif (anak-anak berusia 0-14 tahun dan orang tua berusia 65 tahun ke atas). Jumlah penduduk usia produktif ini akan mencapai puncaknya pada tahun 2020-2035 pada saat angkanya mencapai 70%. Oleh sebab itu tantangan besar yang dihadapi adalah bagaimana mengupayakan agar sumberdaya manusia usia produktif yang melimpah ini dapat ditransformasikan menjadi sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi dan keterampilan melalui pendidikan agar tidak menjadi beban,
b. Tantangan Eksternal
Tantangan eksternal antara lain terkait dengan arus globalisasi dan berbagai isu yang terkait dengan masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi dan informasi, kebangkitan industri kreatif dan budaya, dan perkembangan pendidikan di tingkat internasional. Arus globalisasi akan menggeser pola hidup masyarakat dari agraris dan perniagaan tradisional menjadi masyarakat industri dan perdagangan modern seperti dapat terlihat di World Trade Organization (WTO), Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) Community, Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), dan ASEAN Free Trade Area (AFTA). Tantangan eksternal juga terkait dengan pergeseran kekuatan ekonomi dunia, pengaruh dan imbas teknosains serta mutu, investasi, dan transformasi bidang pendidikan. Keikutsertaan Indonesia di dalam studi International Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) dan Program for International Student Assessment (PISA) sejak tahun 1999 juga menunjukkan bahwa capaian anak-anak Indonesia tidak menggembirakan dalam beberapa kali laporan yang dikeluarkan TIMSS dan PISA. Hal ini disebabkan antara lain banyaknya materi uji yang ditanyakan di TIMSS dan PISA tidak terdapat dalam kurikulum Indonesia.
Berangkat dari sanalah  kita memerlukan Kurikulum 2013.Yang kita perlukan tidak hanya pengetahuan saja, tetapi SIKAP ,ketrampilan dan pengetahuan. Yang mana sebenarnya ketiga domain ini sudah ada pada kurikulum sebelumnya ,tetapi ternyata belum membawa dampak yang cukup signifikan, karena apa yang ada belum diimplementasikan secara utuh.

School Partnership Indonesia and Malaysia



Lomba Guru Berprestasi Tahun 2014


Informasi bagi sahabat-sahabat guru yang ingin menjadi guru berprestasi, silahkan berkompetisi dengan guru guru seantero nusantara dalam event Lomba Guru Berprestasi Tahun 2014. Adapun Persyaratannya adalah sebagai berikut :
Kelompok Tenaga Pendidik Berprestasi
a. Syarat Akademik dan Administratif
1) Mememiliki kualifikasi akademik minimal Sarjana (S1) atau D4dibuktikan minimal dengan fotokopi sah Ijazah S1/D4
2) Masa kerja sebagai guru secara terus-menerus sekurang-kurangnya 8 tahun dibuktikan dengan fotokopi sah SK CPNS/SK Pengangkatan pertama
3) Guru PNS atau Non-PNS tidak sedang mendapat tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah (KS) atau dalam proses pengangkatan,sebagai KS atau alih tugas ke unit kerja lain dibuktikan dengan
Keterangan KS dan diketahui Dinas Pendidikan
4) Aktif melaksanakan proses pembelajaran/pembimbingan
5) Mempunyai beban kerja sekurang-kurangnya 24 jam pelajaran/minggu
6) Tidak pernah dikenai hukuman disiplin atau tidak sedang dalam proses pemeriksaan pelanggaran disiplin dibuktikan dengan Keterangan KS dan diketahui Dinas Pendidikan
7) Melampirkan bukti prestasi yang dicapai, ditulis dalam bentuk karya tulis/laporan yang disyahkan oleh KS dan dilampirkan rekomendasi dari Dewan Guru atau Komite Sekolah bahwa guru tersebut adalah guru berprestasi melebihi prestasi guru yang lain di sekolah itu
8) Melampirkan penilaian pelaksanaan pembelajaran dan kinerja guru oleh Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah (format terlampir)W
9) Sehat jasmani dan rukhani (tidak termasuk cacat) dibuktikan dengan surat keterangan dokter pemerintah (Puskesmas atau RSUD/RS Pemerintah)
10) Melampirkan portofolio (format terlampir) beserta bukti fisiknya
11) Guru yang pernah meraih predikat guru berprestasi peringkat I, II, dan III tingkat nasional tidak diperkenankan mengikuti program ini
12) Guru yang pernah meraih predikat guru berprestasi peringkat I, II, dan III tingkat provinsi dapat mengikuti program ini setelah 5 (lima) tahun.

Untuk Pedoman Guru Berprestasi tingkat SMA selengkapnya dapat diunduh disini.
 Untuk Pedoman Guru Berprestasi tingkat SMP selengkapnya dapat diunduh disini.